Masih seperti biasa aku menunggu dia yang menjemputku. Rasa
ini masih sama saja, aku masih mencintai dia dan dia mencintai kekasihnya. Ntah
berapa lama aku harus menahan rasa cintaku ini kepadanya. Semuanya terasa
sesak. Tetapi dia tak pernah mengerti mungkin sampai air kopi berubah menjadi
bening dia baru mengerti keadaan dan perasaanku. Kalau aku ungkapkan semuanya
dia akan pergi menjauh, dan mendekat ketika dia ada masalah dengan kekasihnya.
Aku lelah berjauhan dengannya. Aku mencoba menitipkan segenap perasaan ini pada
diriku sendiri. Sampai tak ada seorangpun yang tau. Aku mencintai kamu dengan
segenap rahasia dihatiku.
cerpen - harapan pada sebuah balon
Sabtu, 05 Oktober 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar