Aku belajar mencintaimu dengan sederhana. Menahan rindu
dengan sederhana, merangkai setiap kata untuk membalas pesan singkatmu dengan
sederhana, dan mendengar celotehanmu lewat ponsel dengan sederhana.
Yang pertama adalah menahan rindu kepadamu dengan sederhana. Ya, menjalin hubungan dengan berbagai hal yang berbeda itu tidak sesederhana mengatakannya. Ntah, hal-hal apa yang kau lakukan disana akupun tak tahu. Kadang, sering terlintas dibenakku kenapa aku bisa sebodoh ini.. ya, bodoh. Menjalin hubungan dengan beda kota bahkan beda pulau. Sampai rasa rindu itu terasa sudah setinggi gunung dan kadang penatpun ku rasa. Ntah kau yang tak pernah mengerti ketika aku benar-benar merindukanmu. Atau aku saja yang tak bisa mengontrol emosi. Rindu pun terasa sulit dan serba salah bagiku. Ya, serba salah. Sering aku hanya mengirim pesan singkat kepadamu.. “aku kangen kamu.” Mungkin karena terlalu to the point aku selalu mendapat jawaban yang tidak membuatku puas.
Terkadang aku merasa kau terlalu sibuk dengan urusanmu. Iya, aku jelas-jelas bilang kangen sama kamu. Kamu Cuma balas pesanku 2 atau 3 kali lalu pergi ntah kemana. Berat untuk membalas karna takut timbul pertengkaran kecil karna rasa kangenku padamu. Tapi hati inipun tetap menunggu pesan darimu sampai akupun lelah.. dan ketika pesanmu datang mungkin aku sudah terlalu lelah menunggu dan tak ada hasrat untuk membalas pesanmu, ya kau memang kadang tak mengerti rasa rindu ini. Aku juga terlalu egois mungkin. Perlahan aku mencintaimu sederhana dengan menahan rindu ini sederhana, tak seegois saat-saat dulu. Tak ku akan lagi ku ungkapkan karena ku tak ingin rindu ini menjadi pertengkaran. Menahan dan menahan sampai akhirnya kau tahu rasa rindu ini yang ku buat sesederhana mungkin.
Gombal itu yang selalu ku ucapkan padamu. Setiap kata yang ku rangkai dan ku kirim kepadamu itu memang sekedar gombalan dariku. Semuanya karna rasa rindu yang tertahan dengan sederhana akhirnya terangkailah kata-kata manis yang sering masuk diponselmu bahkan tak jarang aku mengucapkan itu saat kita saling mendengar suara. Ntah tujuannya apa, melepas rindu atau tidak tapi ya itu semuanya sudah menjadi kebiasaanku untuk membuat kata-kata manis untukmu..
ada beberapa cerpen nih.. yukk dibaca^^
-mmshabrina-

0 komentar:
Posting Komentar